Bobby sedang jatuh cinta
pada seorang gadis adik kelasnya
mukanya berseri-seri dan bercahaya
rasa itu begitu menggila
Akhirnya bulat tekadnya
untuk menyatakan maksud dan isi hatinya
kepada gadis yang lama di damba
yang selama ini penuh mengisi pikirannya
Waktu dan hari telah ditentukan
Bobby mengajaknya berkencan
hatinya dag dig dug tak karuan
tangannya gemetar keringat dingin bermunculan
Semua kata-kata indah telah dipersiapkan
supaya tak mati gaya waktu menyatakan
tiba waktunya untuk mengungkapkan
Bobby jadi lupa apa yang ingin diucapkan
Karena tak tahu harus berbuat apa
lagipula persiapan telah berantakan semuanya
akhirnya Bobby spontanitas seadanya
daripada diam membisu tanpa kata-kata
Dengan percaya diri dia berkata
"Akan ku ambilkan bulan untukmu
dan petik bulan di langit yang biru
bila kamu mau jadi pacarku"
Tiba-tiba si gadis jadi serba salah
dia jadi bingung harus berbuat apa
akhirnya sedikit basa basi dan senyum terpaksa
cepat-cepat kabur dengan wajah memerah
Bobby hanya diam terpaku
sekujur tubuhnya menjadi kaku
menghela napas tertunduk lesu
kejadian pahit serasa mengiris kalbu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar